Yup. Pada kesempatan ini, aku ingin sedikit share mengenai topik Konstruksi Telekomunikasi. Dunia yang kurang lebih 6 tahun ini sudah kugeluti.
Seperti kita ketahui bersama, bahwa operator - operator telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat, Mobile 8, Axis, Three, dan Smart menggunakan frekuensi gelombang untuk pengiriman dan penerimaan data, baik suara, sms, mms, maupun data internet.
Nha, di sinilah diperlukan yang namanya tower / menara telekomunikasi.
Tinggi tower bervariasi, mulai yang 3m (rooftop), sampai yang 120m.
Sebenarnya, menara tersebut sudah digunakan oleh teknologi pendahulunya, yaitu untuk pemancar gelombang stasiun radio, atau televisi. Ada juga tower listrik.
Sedikit lebih dalam mengenai tower telekomunikasi, ditinjau dari bentuknya :
1. Self Supporting Tower, biasanya berkaki empat, dan terbuat dari material siku.
2. Trileg, berkaki tiga, dan biasanya terbuat dari pipa.
3. Monopole, seperti namanya, berarti terbuat dari pipa, dengan bentuk memanjang ke atas.
4. Kamuflase, sebenarnya produk ini milik tetangga, (baca : perusahaanku yang dulu - red) berupa monopole yang dikamuflase dengan cover sehingga seolah - olah itu bukan tower. Kamuflasenya sendiri dibuat menjadi pohon, misalnya. Ssstt ... Produk ini sudah dipatenkan, lho.
Nha, untuk jenis pekerjaan tower, melalui beberapa tahapan.
Untuk new site, biasanya dimulai dari mencari titik koordinat, sesuai GPS. Dari titik itu, bila diketahui terdapat bangunan ataupun karena satu dan lain hal, tidak bisa berada tepat di titik koordinat tersebut, harus mencari daerah di sekitar tersebut yang masih masuk dalam range koordinat awal.
Setelah memperoleh kandidat site, perlu dipertimbangkan mengenai hambatan yang akan dialami oleh gelombang apabila di titik tersebut didirikan tower. Istilah kerennya, ada obstacle atau tidak. Penghalang / obstacle bisa berupa gedung, pepohonan, dll. Nha, di sini, antara tower satu dengan lainnya yang berdekatan, harus bisa saling nge-link. Setelah titik tersebut dipastikan aman dan bisa diperoleh ketinggian tower yang ideal untuk penempatan antenna, harus dipastikan juga tidak ada peraturan pemerintah setempat yang melarang pendirian tower tersebut, juga apabila berdekatan dengan bandar udara, ketinggian maksimal tower harus sesuai peraturan.
Selain itu, dilakukan pula sosialisasi dengan pemilik lahan, penduduk sekitar lahan, pemerintah setempat, dan pengurusan ijin - ijin.
Setelah semua pekerjaan persiapan selesai, mulailah pekerjaan pembangunan BTS di lahan tersebut. Mulai dari material tower, material Mechanical electrical, pekerjaan sipil pondasi dan pagar halaman, sampai dengan pemasangan perangkat.
Perangkat antenna dipasang pada bagian tower, di ketinggian yang sesuai dengan perencanaan, agar memperoleh hasil maksimal.
Yah, kira - kira begitulah garis besar pekerjaan komunikasi telekomunikasi.
Mungkin di kesempatan berikutnya, akan aku share lebih banyak lagi.
29 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kategori
download
(82)
USM
(81)
teknik sipil
(79)
school
(77)
polines
(70)
Gyananda Rasendriya Leksono
(45)
cas cis cus
(43)
blog
(22)
song
(16)
lyrics
(14)
earn cash
(13)
2014
(11)
travelling
(10)
MMX3
(9)
SE T700
(9)
source
(8)
2012
(7)
Al-Azhar 29
(7)
Cipta Prima Internusa
(7)
cepi
(7)
traffic
(7)
2015
(6)
jatisari
(6)
070707
(5)
GPJ
(4)
contest
(4)
lomba 2015
(4)
Faranindya Rafifa Leksono
(3)
SD Islam Al Azhar 29 BSB Semarang
(3)
juara
(3)
2011
(2)
2016
(2)
Lexoft
(2)
OSN
(2)
TKIA 29
(2)
application
(2)
belalang tempur
(2)
info rumah
(2)
lomba blog
(2)
onworkingtag
(2)
pitoe karya
(2)
telekomunikasi
(2)
#mathink
(1)
2009
(1)
2010
(1)
@lekson0
(1)
Donor Darah
(1)
KTV
(1)
MLTR
(1)
Microemulator
(1)
Opera Mini
(1)
Xenia
(1)
Yamaha Kompas Student Competition
(1)
bpjs kesehatan
(1)
business opportunities
(1)
chord
(1)
desain minimalis
(1)
dijaminmurah.com
(1)
domain
(1)
dream book
(1)
drum
(1)
estimator
(1)
gyan
(1)
hosting
(1)
mewarnai
(1)
pr
(1)
tjb
(1)
whatson
(1)
0 komentar:
Posting Komentar